AKUNTANSI
dan LAPORAN KEUANGAN
Wafa Atika
Warsono
27216576
IT-022234
Bismillahirrahmanirrahim...
Penulisan ini dibuat dengan tujuan agar para pembaca dapat memahami dengan baik
bagaimana definisi dan fungsi akuntansi serta cara atau proses pembuatan
laporan keuangan. Penulisan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dari
Mata Kuliah Pengantar Bisnis (softskill). Materi yang akan dibahas dalam
penulisan kali ini adalah mengenai AKUNTANSI dan
LAPORAN KEUANGAN yang didalamnya terdiri dari berbagai sub bab
diantaranya adalah pengertian, prinsip dan fungsi akuntansi, pihak-pihak yang
berkepentingan, pengertian serta isi laporan keuangan, bentuk neraca, laporan
laba rugi dan bentuknya, serta tujuan laporan keuangan. Dengan adanya penulisan
ini diharapkan pembaca dapat memahami bagian-bagian dari akuntansi beserta
bagaimana bentuk tabel dan fungsinya sesuai dengan kebutuhan akuntansi yang
ingin dibuat sehingga tidak adanya kekeliruan dalam membuat data akunnya maupun
laporan keuangannya. Metode penulisan yang dilakukan adalah dengan melakukan
tinjauan dari berbagai macam web selain blog dan wikipedia, melainkan
menggunakan buku-buku lengkap dari sumber yang terpercaya.
1. DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang dalam bahasa Indonesia
adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Secara umum akuntansi adalah suatu proses pencatatan (recording),
penggolongan (classifying), pengiktisaran (summarizing), dan
pelaporan (reporting) data keuangan (financial data) dari suatu
perusahaan, untuk kemudian dilakukan analisa/interpretasi (interpreting)
untuk periode tertentu dari suatu organisasi kepada para pengguna yang
berkepentingan.
Berikut ini adalah pengertian akuntansi menurut para ahli :
1. Menurut Abubakar. A dan
Wibowo menurutnya akuntansi adalah proses identifikasi, pencatatan, dan
komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.
2. Menurut Amin, W akuntansi merupakan
suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengklasifikasikan, dan
mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi
kuanitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan
keputusan.
Pengertian
akuntansi secara luas adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian
kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas
pajak, dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan
di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.
2. FUNGSI AKUNTANSI
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai
informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat
posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya.
Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer/manajemen
untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
3. PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
Informasi yang akan dibutuhkan oleh seorang pengguna informasi keuangan akan
bergantung pada jenis-jenis keputusan yang dibuat oleh pengguna tersebut.
perbedaan dalam keputusan membagi para pengguna informasi keuangan menjadi dua
kelompok besar : Pengguna Internal dan Pengguna
Eksternal.
1. Pengguna Internal informasi akuntansi adalah pihak yang berada dalam
struktur organisasi. Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan
akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar.
Mereka antara lain adalah manajer pemasaran, supervisor produksi, direktur
keuangan, dan pejabat perusahaan. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi
keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untung cabang
kantor baru atau tidak.
2.
Pengguna eksternal akuntansi tediri dari beberapa jenis
a. Investor
(pemilik) menggunakan informasi akuntansi guna membuat keputusan untuk
membeli, menahan, atau menjual sahamnya.
b. Kreditor,
yaitu seperti pemasok dan bankir menggunakan informasi akuntansi guna
mengevaluasi risiko pemberian kredit atau pinjaman.
c. Para
pemilik dan calon pemilik perusahaan
d. Para pegawai/karyawan
perusahaan
4. PRINSIP AKUNTANSI
Terdapat 5 prinsip yang digunakan dalam
mencatat transaksi diantaranya adalah :
1.
Prinsip Biaya Historis (Historical Cost
Principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva,
hutang, biaya, dan mdal. Yang mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban
diperlakukan dan dilaporkan bedasarkan harga akuisisi. Contoh, saat kita
membeli sebuah gadget, kita ditawari harga Rp.5.000.000,- setelah melakukan
tawar menawar jatuhlah harga gadget tersebut seharga Rp.4.900.000,-. Dari
kondisi itu maka pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp.4.900.000
2.
Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Prinsip pengakuan pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang
timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha
selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya
suatu pendapatan ialah dari jumlah kas maupun ekuivalennya yang diterima dari
hasil transaksi penjualan. Harga jual merupakan pengukuran objektif dari jumlah
pendapatan yang diakui.
3.
Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Prinsip mempertemukan maksudnya adalah mempertemukan biaya dengan hasil
pendapatan yang muncul karena biaya yang telah dikeluarkan. Prinsip ini
digunakan untuk menentukan besarnya penghasilan bersih dari setiap periodenya.
Biasanya prinsip ini digunakan saat pembuatan jurnal penyesuaian.
4.
Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Supaya laporan
keuangan bisa kita bandingkan dari tahun ke tahun, maka metode dan prosedur
yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari
tahun ke tahunnya. Sehingga jika nanti terdapat perbedaan, maka kita bisa
segera mengetahuinya bahwa perbedaan itu bukanlah selisih akibat dari
penggunaan metode yang berbeda.
5. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Prinsip ini menyajikan sebuah informasi lengkap dalam sebuah laporan
keuangan. Prinsip ini sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi dari suatu
perusahaan dan mengambil suatu keputusan dari perusahaan tersebut.
Selanjutnya ada pula
3 konsep yang menjadi dasar dalam prinsip
akuntansi tersebut antara lain :
1.
Konsep Entitas
Konsep entitas
biasa disebut juga sebagai kesatuan usaha. Konsep ini merupakan konsep yang
paling mendasar dalam akuntansi. Secara akuntansi, konsep ini menerapkan garis
pemisah antara kesatuan usaha yang satu dengan kesatuan usaha lain termasuk
dengan pemiliknya. Ini artinya, kejadian keuangan yang menyangkut kesatuan
usaha tidak boleh dicampur dengan kesatuan usaha lain termasuk dengan pemiliknya
atau sebaliknya.
2.
Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas menerapkan aturan bahwa catatan dan laporan harus didasari
oleh data yang dapat dipercaya. Hal ini untuk mendapatkan kepastian bahwa
laporan akuntansi merupakan laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan
berguna. Pada prinsipnya, catatan dan laporan akuntansi didasari pada informasi
dari kegiatan yang didokumentasikan dalam bentuk bukti yang objektif.
3.
Prinsip Biaya (Cost)
Prinsip biaya pada akuntansi menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau
diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya yang terjadi pada
transaksi.
5. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah catatan informasi
keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi dari transaksi-transaksi
keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan yang dapat digunakan
untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar
Akuntansi Keuangan yaitu "Laporan keuangan merupakan bagian dari
proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi
neraca, laporan perubahan posisi keuangan, catatan juga termasuk skedul dan
informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi
keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan
harga".
6. ISI LAPORAN KEUANGAN
Isi laporan keuangan terdiri dari 3 macam :
1. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah
sebuah laporan yang memperlihatkan keadaan keuangan secara sistematis sebuah
perusahaan pada suatu saat dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan
modal pemilik perusahaan. Jumlah kekayaan terlihat pada bagian aktiva, sedangkan
jumlah utang dan modal sendiri terlihat pada bagian pasiva.
2.
Laporan Laba-Rugi (Income Statement)
Yang dimaksud dengan laporan laba rugi adalah laporan yang memberikan informasi
tentang penghasilan dan biaya. Laporan laba rugi juga dapat disebut sebagai
salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu
perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
3.
Laporan Perubahan Modal (Statement of Equity)
Laporan perubahan
modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan
bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau
rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
7. BENTUK NERACA
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan
bentu staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang
pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut
dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan
utang dengan modal dibagian bawahnya. Perbedaan
neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentukstaffel disusun secara
vertikal. Harta dibagian atas dan utang dengan modal dibagian bawah. Sedangkan
bentuk skontro, harta pada sisi kiri dan utang dengan modal pada sisi kanan.
Neraca dibuat berdasarkan judul-judul kolom dan data akhir bulan. Total aset
harus sama dengan total kewajiban dan ekuitas pemilik. Neraca mirip seperti
foto kondisi keuangan sebuah perusahaan pada satu waktu tertentu (biasanya pada
akhir bulan atau akhir tahun).
8. LAPORAN RUGI LABA
Laporan rugi-laba adalah laporan yang menyajikan
pendapatan dan beban serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan untuk satu
periode tertentu. Laporan laba rugi dibuat untuk meringkas penghasilan dan
biaya-biaya perusahaan selama satu periode. Biaya dimasukkan kedalam laporan
rugi-laba untuk mengurangkan penghasilan, sehingga selisihnya dapat berupa laba
bersih (positif) atau rugi (negatif).
1.
Menghitung laba rugi perusahaan => Laba Bersih = Laba Kotor - Beban
Usaha
2.
Menghitung laba kotor perusahaan => Laba Kotor = Penjualan Bersih -
Harga Pokok Penjualan
3.
Menghitung penjualan bersih => Penjualan Bersih = Penjualan - Retur
Penjualan dan Pengurangan Harga - Potongan Penjualan
9. BENTUK LAPORAN RUGI LABA
Bentuk laporan rugi-laba dibedakan menjadi 2,
yaitu :
1. Single
Step Income Statement (laporan laba-rugi bentuk langsung)
2. Multiple Step
Income Statement (laporan laba-rugi bentuk bertahap)
1. Single Step income statement (laporan
laba-rugi bentuk langsung)
Disebut bentuk
langsung karena hanya terdapat satu tahap yang diperlukan untuk menentukan laba
(atau rugi) bersih, yaitu mengurangkan total beban dari total pendapatan. Dalam
bentuk ini seluruh data dikelompokkan menjadi 2 kelompok: (1) pendapatan
(pendapatan operasi maupun pendapatan dan keuntungan dll) dan (2) beban (harga
pokok penjualan, beban operasi, beban dan kerugian lain-lain). Alasan
digunakannya bentuk langsung ini adalah: (1) perusahaan belum merealisasikan
laba atau keuntungan apapun hingga total pendapatan melebihi total beban,
sehingga masuk akal untuk membagi laporan menjadi 2 kelompok. (2) Bentuk ini
lebih sederhana dan lebih mudah untuk dibaca ketimbang laporan laba rugi bentuk
bertahap.
2. Multiple Step income statement
(laporan laba-rugi bentuk bertahap)
Disebut bentuk bertahap karena menunjukkan berbagai langkah dalam menentukan
laba bersih (rugi bersih). Laporan ini menunjukkan 2 tahap utama: (1) Harga
pokok penjualan dikurangkan dari penjualan bersih, untuk menentukan laba kotor.
(2) Beban operasi dikurangkan dari laba kotor, untuk menentukan laba bersih.
Laporan laba-rugi bertahap juga membedakan antara aktivitas operasi dan aktivitas
non-operasi. Pembedaan ini memberikan lebih banyak informasi kepada para
pengguna mengenai kinerja laba suatu perusahaan.
10. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut APB Statement No.4 dalam Sofyan Syafri
Harahap (2000 : 99), menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan dapat digolongkan
sebagai berikut :
1.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus
laporan keuanga adalah untuk menyajikan posisi keuangan, hasil usaha dan
perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai dengan GAAP (General
Acepted Accounting Principle).
2.
Tujuan Umum
a. Memberikan informasi yang terpercaya
tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan.
b. Memberikan informasi yang terpercaya tentang
sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba.
c. Memberikan informasi keuangan yang
dapat digunakan untuk menaksirkan potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d. Memberikan informasi yang diperlukan
lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.
e. Mengungkapkan informasi relevan
lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan keuangan.
3.
Tujuan Kualitatif
a. Relevance,
yaitu memilih informasi yang benar-benar dapat membantu pemakai laporan dalam
proses pengambilan keputusan.
b.
Understandability, yaitu informasi yang dipilih untuk disajikan bukan
saja penting tetapi juga harus dimengerti oleh para pemakainya.
c.
Verifiability, yaitu hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh
pihak lain akan menghasilkan pendapatan yang sama.
d.
Neutrality, yaitu laporan akuntansi itu harus netral terhadap
pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Timelines,
yaitu laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila
diserahkan pada saat yang sama.
f.
Comparability, yaitu informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan
artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan
maupun perusahaan lain.
g.
Completeness, yaitu informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup
semua kebutuhan yang layak dari pemakai.
KESIMPULAN
Secara umum
akuntansi adalah suatu proses pencatatan (recording), penggolongan (classifying),
pengiktisaran (summarizing), dan pelaporan (reporting) data
keuangan (financial data) dari suatu perusahaan, untuk kemudian
dilakukan analisa/interpretasi (interpreting) untuk periode tertentu
dari suatu organisasi kepada para pengguna yang berkepentingan. Akuntansi ini
sangat dibutuhkan dalam kegiatan perekonomian baik perusahaan besar maupun
perusahaan kecil sekalipun. Akuntansi ini berfungsi dalam menampilkan atau
menunjukkan informasi keuangan dari perusahaan yang dikelola. Pihak-pihak yang
berkepentingan dalam akuntansi pun bukan pihak yang sembarangan, melainkan pihak-pihak
yang memegang peranan penting dalam perusahaan tersebut (petinggi perusahaan)
seperti direktur, investor, pegawai, dll.
Akuntansi juga memiliki prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang sudah ditetapkan
oleh pemerintah dan tidak dapat dirubah dengan seenaknya. Informasi keuangan
yang terdapat dalam akuntansi dapat disebut juga sebagai laporan keuangan,
dimana dalam laporan keuangan ini terdiri dari berbagai macam jurnal yang
sesuai dengan fungsinya masing-masing. Diantaranya yaitu Neraca, Laporan
Laba-Rugi, Laporan, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Arus Kas.
Masing-masing dalam jurnal tersebut menampilkan isi nama-nama akun yang sesuai
dengan kegunaannya. Metode yang digunakan untuk membentuk laporan keuangan ini
pun juga bermacam-macam, ada yang dibentuk secara langsung dan ada juga yang
dibentuk secara bertahap. Pembuatan laporan keuangan ini pun tidak dilakukan
tanpa adanya fungsi dan tujuan yang jelas namun terdapat fungsi umum, khusus
dan kualitatif yang bermanfaat untuk kepentingan perusahaan tersebut.
REFERENSI






